Selasa, 26 Februari 2013

PENGERTIAN PUASA


Di dunia ini tidak sedikit orang yang sering menjalankan puasa namun tidak mengetahui sebenarnya apa puasa itu.Puasa ialah salah satu rukun dalam islam yang wajib dilakukan oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia.Alloh swt.pun telah mewajibkan puasa kepada umat muslim yang beriman yang mana telah diwajibkan kepada kaum sebelum Nabi Muhammad saw.Dan puasa juga merupakan amal ibadah yang klasik yang telah diwajibkan kepada setiap umat terdahulu.

Ada 4 macam puasa yang sudah dilakukan oleh umat terdahulu,yakni:
1.       Puasa orang sufi, yaitu puasa yang dilakukan setiap hari dengan maksud untuk menambah pahala. Misalnya saja puasa para pendeta
2.       Puasa berbicara, yaitu puasa yang dilakukan kaum Yahudi. Sebagaimana telah dikisahkan oleh Allah dalam Al-Qur'an, surat Maryam ayat 26 : "Jika kamu (Maryam) melihat seorang manusia, maka berkatalah,sebenarnya aku telah bernadzar puasa untuk Tuhan yang Maha Pemurah dan aku tidak akan berbicara dengan seorangpun untuk hari ini" (Q.S. Maryam :26).
3.       Puasa untuk seluruh atau sebagian perbuatan, seperti puasa yang dilaksanakan oleh para pemeluk agama Budha dan sebagian pemeluk agama Yahudi. Dan puasa kaum lain yang mempunyai cara dan kriteria yang telah ditentukan oleh masing-masing kaum tersebut.
4.       Sedangkan kewajiban puasa dalam agama Islam, seseorang akan tahu bahwa ia mempunyai aturan yang berbeda dari puasa kaum sebelumnya baik dari segi tata cara dan waktu pelaksanaan.Tidak terlalu ketat sehingga tidak memberatkan kaum muslimin dan juga tidak terlalu longgar sehingga tidak mengabaikan aspek kejiwaan yang mana telah menunjukkan keluwesan Islam.
Puasa menut bahasa ialah menahan diri dari sesuatu baik menahan makan,minum,berbicara dan perbuatan.Sedangkan menurut istilah puasa ialah menahan diri dari perkara yang bisa membatalkan puasa yang disertai dengan niat yaitu sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.puasa sendiri  diwajibkan pada semua umat muslim yang sudah baligh,mempunyai akal,bersih dari haid dan nifas serta diikuti dengan niat yang ikhlas yaitu semata-mata karena Allah swt.Hukum melaksanakan puasa ada 3 diantara ialah wajib yaitu puasa di bulanramadhan,sunnah yaitu puasa dihari tertentu misal puasa dihari senin dan kamis,dan haram yaitu puasa dihari yang telah dilarang berpuasa.

Puasa diwajibkan kepada setiap umat islam yang sudah baligh dan berakal,tidak sakit, menetap bukan musafir,dan suci dari haid serta nifas.Namun ada juga beberapa orang boleh tidak berpuasa diantaranya ialah:
1.Musafir yaitu orang yang sedang melakukan perjalanan jauh dengan tujuan tertentu.Jarak tempuh yang  dianggap seseorang itu musafir ialah safar yaitu sekitar 8o km.Orang yang sedang melakukan perjalanan seperti ini maka diperkenankan untuk tidak melaksanakan puasa
2.Orang sakit yaitu orang yang apabila melakukan puasa dikhawatirkan akan membahayakan dirinya, menjadikan sakitnya bertambah parah dan akan memperlambat kesembuhan dirinya
3.Wanita yang sedang haid atau nifas,hamil dan sedang menyusui
4.Orang yang renta atau tua yang sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa

SUMBER: http://www.smbcumrohhaji.co.id/

PUASA RAMADHAN



Menurut bahasa puasa berati menahan.Sedangkan menurut istilah puasa berarti suatu aktifitas ibadah yang dilakukan dengan cara menahan diri dari makan,minum serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.Puasa ramadhan ialah puasa yang wajib dikerjakan oleh umat muslim yang sudah baligh pada bulan ramadhan.Puasa ramadhan merupakan salah satu rukun islam.Hukum melaksanakan puasa ramadhan ialah wajib setiap muslim yang sudah baligh dan berakal.

Tata Cara Niat Puasa Ramadhan
Niat merupakan syarat sah puasa, jadi suatu ibadah (puasa) tidak akan mempunyai nilai ibadah kalau tidak disertai niat yang ikhlas.Nabi saw berwasiat dalam hadistnya:
           إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَىَ
“Sesungguhnya setiap amalan hanya tergantung pada niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan.”

Jadi niat merupakan salah satu ukuran amalan apakah ibadah kita itu akan diterima atau tidak.Dan tata cara yang baik untuk memulai niat berpuasa adalah awal malam sesudah tenggelam matahari pada setiap malamnya selama bulan ramadhan, karena kita dianjurkan untuk membermalamkan niat. Sehingga jika terjadi sesuatu hal yang di luar kemampuan kita, misalnya tertidur dan tidak sempat sahur dan shalat Shubuh karna terbangun di pagi hari, kita akan lebih merasa tenang karena telah berniat dari malam.

Amalan Dan Ibadah Pada Bulan Ramadhan
Ada banyak amalan dan ibadah yang utama di bulan Ramadhan yang berfungsi sebagai penambah kekhyusukan kita dalam menyucikan diri sepanjang bulan ramadhan.Alangkah baiknya jika dalam puasa Ramadhan kita mampu mengerjakan seluruh amalan ibadah dengan hati yang tulus untuk mengharap ridha Allah semata.Adapun amalan dan ibadah yang dapat kita lakukan ialah
1.Puasa
Puasa merupakan amalan yang penting pada bulan ramadhan.Setiap umat islam yang tidak berhalangan wajib baginya untuk melakukan puasa selam 30 hari penuh.Masalah pada puasa tidak hanya mengekang pada keinginan untuk makan, minum, dan hasrat seksual saja namun yang lebih utama ialah dapat mengendalikan hati dari pikiran dari perbuatan negatif yang selama ini melekat.
  
2.Solat Tarawih
Solat tarawih ialah solat malam yang dikerjakan pada malam-malam sepanjang bulan ramadhan.hukum solat tarawih ialah sunnah muakkad dan tarawih dapat dilakukan sendirian atau berjam’ah.

3.Memperbanyak berdzikir
Dalam hal ini  kita dapat memperbanyak berdzikir atau berdoa kepada Allah swt. Semakin banyak kita mengingat kepada Alloh,semakin banyak pula peluang untuk mengoreksi diri dan menilai perjalanan kita dalam setahun. Dzikir dan doa sepanjang Ramadhan bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu, seperti pada sepertiga malam terakhir.

4.Memperbanyak bersedekah
      Puasa mengajarkan kepada kita bahwa masih banyak orang yang kurang beruntung yang menahan   lapar selama seharian penuh.Maka sungguh mulia seseorang itu jika kita mempunyai inisiatif untuk  memperbanyak sedekah selama bulan ramadhan.

   5.I’tikaf
     Pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, seseorang dianjurkan untuk beri’tikaf. Yang dimaksud dengan  i’tikaf ialah berdiam diri di masjid dengan tujuan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.Seseorang yang sedang melakukan i’tikaf sejatinya ia menghidupkan kembali ‘baterai hatinya’ yang mungkin selama ini kurang mengenal Allah, membersihkan cermin hatinya dari debu-debu kepentingan duniawi, urusan dengan sesama makhluk-Nya, sehingga kelak cermin tersebut dapat mengilap dan sepenuhnya memancarkan cahaya Al-Haqq.

SUMBER:  http://www.smbcumrohhaji.co.id/

Selasa, 12 Februari 2013

PUASA WAJIB


KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

Puasa wajib merupakan puasa yang harus dilakukan oleh umat muslim dengan syariat yang telah ditentukan.Puasa wajib diantaranya ialah

1.Puasa Ramadhan
Hukum melaksanakan puasa pada bulan ramadhan adalah wajib bagi setiap orang islam yang sudah baligh,berakal,mampu untuk melaksanakan dan muqim atau menetap.Puasa ini dilakukan selama 1 bulan penuh dibulan ramadhan.Bagi orang yang berhalangan diperbolehkan untuk tidak melaksanakan puasa ramadhan ini namun harus mengganti puasanya dihari yang lain atau dapat menggantinya dengan membayar denda atau kafarat.Puasa pada bulan ramadhan diakhiri dengan datangnya bulan syawal yang ditandai dengan perayaan hari raya idhul fitri.Pada bulan ramadhan kita tidak hanya diwajibkan untuk berpuasa namun kita diwajibkan juga untuk membayar zakat fitrah.keutamaan puasa pada bulan ramadhan ialah ramadhan merupakan bulan sangat yang mulia,bulan yang penuh dengan ampunan,bulan diturunkannya Al-Qur’an.Adapun beberapa keutamaan bulan ramadhan ialah:
a.Barangsiapa yang berpuasa 1 bulan penuh bulan ramadhan maka akan diampuni semua dosanya dan akan kembali menjadi manusia yang fitrah atau suci
b.Semua setan akan dibelenggu,semua pintu surga akan dibuka dan semua pintu neraka akan ditutup rapat
c.Semua manusia akan dibebaskan dari siksa neraka
d.Pada bulan ramadhan terdapat malam lailatul qodar yaitu malam yang lebih indah dan lebih baik dari 1000 bulan.   

2.Puasa Kafarat atau denda
Kafarat berasal dari kata kafara yang berarti menutupi sesuatu.Sedangkan menurut istilah karafat berarti mengganti denda yang wajib ditunaikan dan  disebabkan oleh suatu perbuatan dosa dengan tujuan menutupi dosa tersebut sehingga tidak ada lagi pengaruh dosa yang diperbuat baik di dunia maupun di akhirat.
Adapun macam-macam puasa kafarat ialah sebagai berikut:
1. kafarat dalam ibadah haji
Orang yang sedang melakukan haji tamattu’ dan haji qiran wajib membayar kafarat dengan  cara menyembelih seekor kambing yang sah untuk diqurbankan namun jika ia tidak mampu maka ia dapat menggantinya dengan cara melakukan puasa kafarat selama tiga hari ketika di tanah suci dan tujuh hari ketika sudah tiba di tanah asalnya.
2.Kafarat yang dikarenakan melanggar sumpah.
Apabila seseorang telah berjanji maka wajib untuknya memenuhi janji tersebut namun jika janji itu dilanggar maka ia akan berdosa dan oleh karena itu ia diwajibkan membayar kafarat di antara 3 pilihan berikut:
a.Memberikan makan kepada10 orang fakir miskin seperti yang biasa ia makan pada setiap harinya
b.Memberikan pakaian kepada orang miskin
c.Memerdekakan budak
d.Melaksanakan puasa kafarat selama 3 hari.

3.Puasa Nadzar
Nadzar menurut bahasa berarti mengharuskan.Puasa nadzar merupakan puasa yang dilakukan dengan sebab seseorang telah berjanji untuk melakukan puasa.Misalnya saja pak salman yang mendirikan sebuah perusahaan ketika itu ia mengucapkan jika suatu saat nanti perusahaannya bisa sukses maka ia akan puasa 1 minggu berturut-turut dan akhirnya perusahaannya pun menjadi sukses maka pak salman wajib untuk melaksanakan puasanya itu selama 1 minggu seperti yang diucapkan dalam janjinya.

Untuk lebih jelasnya tentang blog ini silahkan baca disini

Minggu, 10 Februari 2013

KEUTAMAAN PUASA 6 HARI PADA BULAN SYAWAL

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

   Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu 'anhu meriwayatkan, Nabi SAW bersabda :
"Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti ia berpuasa selama satu tahun . (HR. Muslim).
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Nabi SAW bersabda:
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan lantas disambung dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia bagaikan telah berpuasa selama setahun. " (HR. Al-Bazzar) (Al Mundziri berkata: "Salah satu sanad yang beliau miliki adalah shahih.")
Pahala puasa Ramadhan yang kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal menyamai pahala puasa satu tahun penuh, karena setiap hasanah (kebaikan) diganjar sepuluh kali lipatnya, sebagaimana telah disinggung dalam hadits Tsauban di muka.
      
    Membiasakan puasa setelah bulan Ramadhan memiliki banyak manfaat, diantaranya ialah:
1.    Puasa 6 hari pada bulan Syawal sesudah bulan Ramadhan ialah pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh.

2.       Puasa Syawal dan Sya'ban bagaikan shalat sunnah rawatib, yang mempunyai makna sebagai penyempurna dari suatu kekurangan, karena pada hari Kiamat nanti perbuatan-perbuatan yang fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah. Sebagaimana keterangan yang datang dari Nabi SAW dalam berbagai riwayat. Kebanyakan puasa fardhu yang dilakukan umat muslim memiliki kekurangan dan ketidaksempurnaan, maka dari itu dibutuhkan sesuatu yang dapat menutupi dan menyempurnakannya.

3.       Membiasakan puasa setelah bulan Ramadhan menandakan diterimanya ibadah puasa Ramadhan, karena apabila Allah SWT menerima amal seorang hamba, pasti Dia akan menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik yang akan dilakukan. Sebagian orang bijak mengatakan: "Pahala'amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya." Oleh karena itu barangsiapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama. Demikian pula sebaliknya, jika seseorang melakukan suatu kebaikan lalu diikuti dengan yang buruk maka hal itu merupakan tanda tertolaknya amal yang pertama.

4.       Puasa Ramadhan dapat mendatangkan maghfirah atas dosa-dosanya dimasa lampau. Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya'ldul Fitri yang merupakan hari pembagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah 'Idul Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa

5.       Dan di antara manfaat puasa enam hari pada bulan Syawal ialah amal-amal yang telah dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah ketika bulan Ramadhan tidak akan terputus meski bulan mulia ini telah berlalu, selama ia masih hidup.

Orang yang telah berpuasa Ramadhan kemudian  berpuasa lagi pada bulan Syawal bagaikan orang yang cepat-cepat kembali dari pelariannya, yaitu orang yang baru lari dari peperangan fi sabilillah kemudian kembali lagi. Sebab tidak sedikit  dari manusia yang berbahagia dengan berlalunya bulan Ramadhan karena mereka merasa berat, jenuh dan lama berpuasa Ramadhan.Maka dari  itu sebaiknya bagi orang yang memiliki hutang puasa pada bulan Ramadhan dianjurkan untuk memulai membayarnya di bulan Syawal, karena hal itu dapat mempercepat proses pembebasan dirinya dari tanggungan hutangnya. Kemudian dilanjutkan dengan enam hari puasa Syawal, dengan demikian ia telah melakukan puasa Ramadhan dan mengikutinya dengan 6 hari pada bulan Syawal.

Untuk lebih jelasnya tentang blog ini silahkan baca disini