Minggu, 10 Februari 2013

KEUTAMAAN PUASA 6 HARI PADA BULAN SYAWAL

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

   Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu 'anhu meriwayatkan, Nabi SAW bersabda :
"Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti ia berpuasa selama satu tahun . (HR. Muslim).
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Nabi SAW bersabda:
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan lantas disambung dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia bagaikan telah berpuasa selama setahun. " (HR. Al-Bazzar) (Al Mundziri berkata: "Salah satu sanad yang beliau miliki adalah shahih.")
Pahala puasa Ramadhan yang kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal menyamai pahala puasa satu tahun penuh, karena setiap hasanah (kebaikan) diganjar sepuluh kali lipatnya, sebagaimana telah disinggung dalam hadits Tsauban di muka.
      
    Membiasakan puasa setelah bulan Ramadhan memiliki banyak manfaat, diantaranya ialah:
1.    Puasa 6 hari pada bulan Syawal sesudah bulan Ramadhan ialah pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh.

2.       Puasa Syawal dan Sya'ban bagaikan shalat sunnah rawatib, yang mempunyai makna sebagai penyempurna dari suatu kekurangan, karena pada hari Kiamat nanti perbuatan-perbuatan yang fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah. Sebagaimana keterangan yang datang dari Nabi SAW dalam berbagai riwayat. Kebanyakan puasa fardhu yang dilakukan umat muslim memiliki kekurangan dan ketidaksempurnaan, maka dari itu dibutuhkan sesuatu yang dapat menutupi dan menyempurnakannya.

3.       Membiasakan puasa setelah bulan Ramadhan menandakan diterimanya ibadah puasa Ramadhan, karena apabila Allah SWT menerima amal seorang hamba, pasti Dia akan menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik yang akan dilakukan. Sebagian orang bijak mengatakan: "Pahala'amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya." Oleh karena itu barangsiapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama. Demikian pula sebaliknya, jika seseorang melakukan suatu kebaikan lalu diikuti dengan yang buruk maka hal itu merupakan tanda tertolaknya amal yang pertama.

4.       Puasa Ramadhan dapat mendatangkan maghfirah atas dosa-dosanya dimasa lampau. Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya'ldul Fitri yang merupakan hari pembagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah 'Idul Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa

5.       Dan di antara manfaat puasa enam hari pada bulan Syawal ialah amal-amal yang telah dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah ketika bulan Ramadhan tidak akan terputus meski bulan mulia ini telah berlalu, selama ia masih hidup.

Orang yang telah berpuasa Ramadhan kemudian  berpuasa lagi pada bulan Syawal bagaikan orang yang cepat-cepat kembali dari pelariannya, yaitu orang yang baru lari dari peperangan fi sabilillah kemudian kembali lagi. Sebab tidak sedikit  dari manusia yang berbahagia dengan berlalunya bulan Ramadhan karena mereka merasa berat, jenuh dan lama berpuasa Ramadhan.Maka dari  itu sebaiknya bagi orang yang memiliki hutang puasa pada bulan Ramadhan dianjurkan untuk memulai membayarnya di bulan Syawal, karena hal itu dapat mempercepat proses pembebasan dirinya dari tanggungan hutangnya. Kemudian dilanjutkan dengan enam hari puasa Syawal, dengan demikian ia telah melakukan puasa Ramadhan dan mengikutinya dengan 6 hari pada bulan Syawal.

Untuk lebih jelasnya tentang blog ini silahkan baca disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar